Setiap pemuda selalu ingat akan cinta pertamanya dan mengenangnya kembali di lain waktu. Kenangan yang mengubah perasaannya yang paling dalam dan membuatnya bahagia meski misterinya memang sangat menyakitkan.
Kesunyian memiliki ketelambatan dan tangan - tangan sutera. Namun jari - jari yang kuat ia genggam hati itu dan membuatnya sakit dengan kesepian. Kesunyian adalah teman kesepian sebagaimana sahabat kegembiraan spiritual.
Jika badai memisahkan kita di rumput tinggi samudra, ombak - ombak akan menyatukan kita di pantai yang tenang dan jika hidup ini membunuh kita, kematian akan menyatukan kita.
Cinta adalah satu - satunya kebebasan di dunia karena ia mengangkat jiwa, karena hukum - hukum dan kenyataan alam tak berubah tujuannya,
Sepasang hati yang bersatu di tengah kesunyian tidak akan dipisahkan oleh air mata akan senantiasa murni dalam keabadian dan keindahan.
Kasih sayang hati terbagi seperti cabang - cabang pohon cedar, jika pohon itu kehilangan satu cabangnya yang kuat ia akan menderita tapi tidak akan mati. Ia akan mencurahkan semua kekuatannya pada cabang di sebelah agar ia tumbuh dan mengisi tempat kosong.
Sesungguhnya salah jika mengira bahwa cinta berasal dari persahabatan yang lama dan tegunya masa perkenalan. Cinta adalah musim semi yang sial dari perasaan jiwa dan jika perasaan itu tercipta sesaat, ia tidak akan mampu bertahan selama bertahun - tahun sampai beberapa generasi.
Mungkin kita pernah dengar atau membaca kutipan KAHLIL GIBRAN diatas. Lalu dari kutipan tersebut apa yang diartikan sebuah cinta itu? Semua orang pasti merasakan apa itu cinta. Dari anak - anak sampai kakek nenek pun merasakan cinta. Tapi apakah cinta yang kita rasakan adalah cinta yang sebenarnya kita butuhkan? Atau hanya cinta sesaat yang mungkin membuat kita menyesal?
Semua orang jika ditanya dengan masalah cinta, pasti mereka berfikir bahwa cinta itu di tunjukan kepada lawan jenis. tapi itu hanyalah sebagian kecil dari arti cinta. Karna cinta sesungguhnya yaitu cinta kita kepada Tuhan yang telah menciptakan kita, cinta terhadap orang tua dan keluarga kita, cinta terhadap teman dan sahabat kita, serta cinta terhadap lingkungan. Lalu apa arti cinta itu semua?
Cinta terhadap Tuhan adalah cinta dimana kita selalu menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. Cinta terhadap kedua orang tua dan keluarga kita haruslah kita berikan cinta terbesar kita kepada mereka karena mereka yang telah melahirkan kita dan membuat kita menjadi seperti ini. Cinta terhadap teman dan sahabat kita yang telah membantu kita baik dalam susah selain keluarga kita. Dan tentu dengan lingkungan kita yang harus kita jaga dan lestarikan.
tapi ada kalanya cinta jadi menyakitkan.
BalasHapus